Bismillah…
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuuh…
Halo sahabat pembaca, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt.
Mengingat sejarah berdirinya Muhammadiyah sejak tanggal 18 November 1912 M, hingga saat ini usia Muhammadiyah sudah ke-108 tahun. Tentu bukan usia yang muda lagi untuk tetap semangat menjadi pergerakan amar ma’ruf nahi munkar di Indonesia bahkan manca negara.
Selaras dengan Milad Muhammadiyah yang bertepatan pada masa pandemi Covid-19. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir telah meluncurkan logo dan tema milad Muhammadiyah ke-108 th dengan “Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”. Tema tersebut diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah. Khususnya, dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang. Tapi, pada saat yang sama Muhammadiyah senantiasa memberikan solusi terhadap masalah negeri, termasuk pada masa pandemi ini.
Seperti yang diaplikasikan di SMP Muhammadiyah 1 Cileungsi, walaupun ditengah pandemi kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan sungguh-sungguh melalui dalam jaringan atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seluruh Guru senantiasa semangat berdakwah menyampaikan ilmu umum serta diseimbangi dengan ilmu keagamaan. Beberapa kegiatan keagamaan seperti tadarus Al Qur’an sebelum memulai pembelajaran dan sholat dhuha tetap dilaksanakan dirumah masing-masing siswa. Dengan ini adanya kerja sama antara guru dan wali murid supaya tercapainya proses pembelajaran yang baik.
Untuk menghadapi pandemi, sedari awal Muhammadiyah turun tangan dengan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) adalah wujud nyata peran Persyarikatan dalam berta’awun bagi negeri. Oleh karena itu, tiap unit pendidikan dibawah naungan majelis dikdasmen telah memiliki angota MCCC. Dimana perannya seperti satgas Covid-19, yakni mempertegas anjuran memakai masker Ketika diluar rumah, rajin mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh setiap ada orang lain ingin memasuki lingkungan sekolah.
Kemudian dalam menghadapi masalah negeri, seluruh lembaga dan organisasi otonom juga ikut peran serta berlomba-lomba dalam kebaikan. Mulai dari Lazismu hingga Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) seakan menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan di masa pandemi ini. Hal ini menjadi ladang amal bagi Muhammadiyah dan menunjukkan partisipasinya untuk membantu negeri. Hingga pada 13 Oktober 2020, MDMC mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) karena perannya dalam pengurangan resiko bencana.

108 Tahun Muhammadiyah Berbakti
Jika dilihat dari berbagai peran Muhammadiyah yang menyeluruh, mulai dari pergerakan dakwah Islam, aspek Kesehatan, Pendidikan, dan ekonomi. Maka apa yang diberikan pergerakan Muhammadiyah untuk negeri seperti sang surya, yang hanya memberi tak harap Kembali.
Adapun angka 108 tahun ini, memiliki beberapa makna simbolis. Angka satu menandakan gelombang pergerakan Muhammadiyah yang istiqomah dalam melakukan kebaikan serta menjadi pelopor kebangsaan pada zaman sekarang dan yang akan datang. Angka satu juga bisa di artikan sebagai ketauhidan yang menjadi landasan gerak langkah Muhammadiyah.
Angka nol merupakan angka yang istemewa karena dianggap tidak memiliki sudut Batasan dalam bentuk lingkaran atau nol. Seperti halnya sang surya, bak matahari yang tidak lelah menyinari dan menjadi solusi di tengah kegelapan atau awan yang menyelimuti. Juga bisa dimaknai kebulatan tekad Muhammadiyah dalam menghadapi pandemi dan masalah negeri, tentunya dengan mengambil peran didalamnya.
Angka delapan berbentuk dua lingkaran yang menjadi penyemangat gerakan keagamaan yang selalu berlomba-lomba dalam berbuat baik tanpa batas suku, agama, ras untuk kebangsaan Indonesia. Juga menegaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin.
“Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Menghadapi Pandemi dan Masalah Negeri”
tema Milad Muhammadiyah ke 108th
Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang memberikan pencerahan bagi bangsa. Serta turut serta dalam memajukan Indonesia melalui berbagai amal usahanya. Karena sejatinya, Muhammadiyah adalah penghambaan pada Ilahi Rabbi, dan bergerak dan selalu memberi untuk negeri.
Kami Segenap Keluarga Besar
SMP MUHAMMADIYAH 1 CILEUNGSI
Mengucapkan
